Nama Mata Kuliah : Teori Belajar
Kode
Mata KUliah : A22.107
Jumlah
SKS : 3 SKS
Semester
: I / Ganjil
2013 -2014
Dosen
Mata Kuliah :Heni RitaSusila,M.Pd
A.
Deskripsi Mata
Kuliah
Mata kuliah teori belajar adalah mata kuliah dasar yang harus dikuasai oleh
mahasiswa tingkat pertama sebagai konsep dasar dalam pendidikan. Pada mata
kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menguasai konsep, teori dan penerapan
teori belajar dalam pembelajaran, serta mengetahui pengaruh teori belajar
terhadap pendidikan. Dalam mata kuliah ini akan membahas tentang hakikat belajar dan berbagai teori belajar yang menjadi acuan dalam
kegiatan belajar dan pembelajaran, berbagai aliran filsafat dan teori
pendidikan merupakan materi awal kajian, dan dilanjutkan dengan berbagai teori
belajar yang relevan, yaitu; teori disiplin mental, teori perilaku
(behaviouristic), kognitif, konstruktivistik, humanistik, teori belajar social
dan teori belajar sosio-kultural. Perkuliahan ini dilaksanakan selama satu
semester (16 kali pertemuan) dengan bobot
mata kuliah 3 sks.
B.
Tujuan Instruksional
Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat :
1.
Mengetahui hakikat belajar dan
konsep dasar teori belajar,
2.
Mengaplikasikan berbagai teori belajar di dalam pembelajaran baik
didalam sekolah maupun diluar sekolah.
C.
Strategi Perkuliahan
Dalam pelaksanaannya mata kuliah Teori Belajar
menggunakan metode yang bervariasi dan pengalaman belajar yang dikembangkan
dalam kegiatan perkuliahan ini meliputi kegiatan penalaran dalam berbagai hal tentang teori belajar yang
dilakukan melalui kegiatan tatap muka dikelas berupa kegiatan ceramah, tanya
jawab, presentasi dan diskusi.
D.
Materi/Bacaan
perkuliahan
Buku bacaan pokok dan penunjang dalam perkuliahan
ini adalah :
1.
Adi W Gunawan. (2007).Genius
Learning Strategy.Jakarta. PT Ikrar Mandiri Bhakti.
2.
Asri Budiningsih. (2005). Belajar
dan Pembelajaran. Jakarta. PT Rhineka Cipta.
3.
Baharudin dan Eka Nur wahyuni. (2008). Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
4.
Dimyati dan Mudijono. (2009). Belajar
dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
5.
Mukminan (2008). Handout
perkuliahan teori pembelajaran. Yogyakarta: Percetakan UNY.
6.
Gredler, Margareth E Bell. (1991).
Belajar dan Membelajarkan.
Seri Pustaka Teknologi Pendidikan. Jakarta. Rajawali Pers.
7.
Ratna Willis Dahar. (1988) Teori-Teori Belajar. Jakarta: Proyek PLPK
Depdikbud
8.
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain.(2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta
9.
Suprijanto. (2007). Pendidikan Orang
Dewasa. Jakarta : PT Bumi Aksara
E.
Penugasan
Adapun tugas dalam perkuliahan ini adalah :
- Materi telah dipelajari dan dipahami sebelum mengikuti perkuliahan.
2.
Dalam setiap pertemuaan mahasiswa wajib membuat resume tentang materi
perkuliahan dari sumber yang ada dan mencatat semua hasil dari kegiatan
pembelajaran
- Ujian tengah semester akan dilaksanakan dalam bentuk lisan.
- Membuat tugas individu berupa rancangan pembelajaran dikelas dan penerapan teori-teori belajar.
- Membuat tugas kelompok yang berupa diktat dari keseluruhan materi perkuliahan.
F.
Kriteria Penilaian
Kriteria penilaian dalam perkuliahan ini adalah :
Nilai
|
Point
|
Range
|
A
|
4
|
80
– 100
|
B
|
3
|
70
- 79
|
C
|
2
|
56
- 69
|
D
|
1
|
41
– 55
|
E
|
0
|
40
|
Dalam menentukan kilai akhir akan digunakan
pembibitan sebagai berikut :
1.
Tugas individu : 20 %
2.
Ujian Tengah semester :
20%
3.
Ujian Akhir semester :
35%
4.
Prilaku,keaktifan dan partisipasi :
20%
5.
Tugas kelompok :
10%
G.
Jadwal Perkuliahan
No
|
Pertemuan
|
Pokok Bahasan/sub Pokok Bahasan
|
Metode
|
Referensi/Bab
|
1
|
I
|
Perkenalan
personal dan membahas silabus perkuliahan
|
Ceramah
Tanya jawab
|
Dosen
pembimbing & mahasiswa
|
2
|
II
|
Konsep
Dasar Teori, Belajar, Dan Teori Belajar :
- Pengertian teori menurut pendapat para ahli
- Pengertian teori menurut resume mahasiswa
berdasarkan pendapat para ahli tersebut
- Pengertian belajar, beserta ciri-ciri belajar dan
prinsip belajar
- Pengertian teori belajar
|
Ceramah
Tanya jawab
|
Dimyati dan
Mudijono/II/42
|
3
|
III
|
Teori
disiplin mental
(pengertian,
tujuan, asumsi dasar, implementasi melalui ilustrasi dan simulasi dalam Pembelajaran.
|
Diskusi
Tanya jawab
|
Ratna
Wilis Dahar/II/hal: 22
|
4
|
IV
|
Teori
Behaviouristik
- Pengertian
-
Teori Connectionisme S.R Bond (Edward
Thorndike),
-Teori Classical conditioning (IP
Pavlov)
|
Diskusi
Tanya jawab
|
Asri Budiningsih. (2005). Belajar
dan Pembelajaran. Hal: 20 - 31
|
5
|
V
|
Teori
Behaviouristik (lanjutan) ,
-teori
belajar menurut Edwin G ,
Teori
Operant Conditioning (BF skinner),
-Aplikasi
teori behaviouristik dalam pembelajaran
|
Diskusi
Tanya jawab
|
Asri Budiningsih. (2005). Belajar
dan Pembelajaran. Hal: 20 - 31
|
6
|
VI
|
Teori
Belajar Kognitif
-Prinsip
dasar dan tujuan teori belajar kognitif
-Model
Teori belajar Brunner
Model
Teori belajar Aussubel
|
Diskusi
Tanya jawab
|
Asri Budiningsih. (2005). Belajar
dan Pembelajaran. Hal: 33
|
7
|
VII
|
Quiz
|
-
|
-
|
8
|
VIII
|
Teori
Belajar Kognitif ( Lanjutan)
-Perkembangan
intelektual Jean Piaget
-Aplikasi
teori kognitif dalam kegiatan pembelajaran
|
Asri Budiningsih. (2005). Belajar
dan Pembelajaran. Hal: 33 -52
|
|
9
|
IX
|
Teori
belajar humanistik
-Pengertian
belajar menurut teori humanistik
-Pandangan
Kolb terhadap belajar
|
Diskusi
Tanya jawab
|
Asri Budiningsih. (2005). Belajar
dan Pembelajaran. Hal: 67
|
10
|
X
|
Ujian Tengah Semester (UTS)
|
-
|
-
|
11
|
XI
|
Teori
belajar humanistik (lanjutan)
-Pandangan
Honey dan Mumford terhadap belajar
-Pandangan
Bloom dan Krathwool terhadap pembelajaran
-Aplikasi
teori humanistik dalam pembelajaran
|
Diskusi
Tanya jawab
|
Asri Budiningsih. (2005). Belajar
dan Pembelajaran. Hal: 67
|
12
|
XII
|
Teori
belajar Sosial
-Albert
Bandura
|
Diskusi
Tanya jawab
|
Asri Budiningsih. (2005). Belajar
dan Pembelajaran. Hal: 80 – 95
|
13
|
XIII
|
Teori
kecerdasan ganda
-Jenis-jenis
kecerdasan dalam teori kecerdasan ganda
|
Diskusi
Tanya
jawab
|
Asri Budiningsih. (2005). Belajar
dan Pembelajaran. Hal: 109 -125
|
14
|
XIV
|
Teori
Belajar Sosio-Kultural
-
Konsep Teori Belajar sosio kultural
-Pandangan
Vygotsky
|
Diskusi
Tanya
jawab
|
Modul & Internet
|
15
|
XV
|
Teori
Belajar konstruktivistik
-
Karakteristik Pembelajaran konstruktivistik karakter masa depan yang diharapkan
-konstruksi
pengetahuan
-perbandingan
pembelajaran tradisional dan pembelajaran konstruktivisme)
|
Diskusi
Tanya jawab
|
Asri Budiningsih. (2005). Belajar
dan Pembelajaran. Hal: 54
|
16
|
XVI
|
Review
Materi
|
Diskusi
Tanya jawab
|
Dosen
|
Baturaja, 19 September 2013
Dosen Pengampu Mata
Kuliah
Dosen
Pembina I
Eriyanti,M.Pd Heni Rita Susila, M.Pd
|
Mengetahui,
Ka. Prodi Teknologi
Pendidikan
Marlin Vitman, M.Pd
Materi Pertemuan Pertama
Pengertian Teori Menurut Pendapat Ahli
Secara umum, teori adalah sebuah
sistem konsep abstrak yang mengindikasikan adanya hubungan diantara
konsep-konsep tersebut yang membantu kita memahami sebuah fenomena. Sehingga
bisa dikatakan bahwa suatu teori adalah suatu kerangka kerja konseptual untuk
mengatur pengetahuan dan menyediakan suatu cetak biru untuk melakukan beberapa
tindakan selanjutnya.
Tiga hal yang perlu diperhatikan jika kita ingin mengenal lebih lanjut tentang teori adalah:
Berikut ini adalah definisi dan pengertian teori menurut
beberapa ahli:
1. JONATHAN H. TURNER
Teori adalah sebuah proses mengembangkan ide-ide yang
membantu kita menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu peristiwa terjadi
2. LITTLEJOHN & KAREN FOSS
Teori merupakan sebuah sistem konsep yang abstrak dan
hubungan-hubungan konsep tersebut yang membantu kita untuk memahami sebuah
fenomena
3. KERLINGER
Teori adalah konsep-konsep yang
berhubungan satu sama lainnya yang mengandung suatu pandangan sistematis dari
suatu fenomena.
4.
NAZIR
Teori adalah pendapat yang
dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa atau kejadian.
4. STEVENS
Teori adalah suatu pernyataan yang
isinya menyebabkan atau mengkarakteristikkan beberapa fenomena
6. FAWCETT
Teori adalah suatu deskripsi
fenomena tertentu, suatu penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau
ramalan tentang sebab akibat satu fenomena pada fenomena yang lain.
7. TRAVER
a theory consist of generalizations
intended to explain phenomena and that the generalizations must be predictive.
Teori terdiri dar generalisasi yang dimaksudkan untuk menjelaskan dan
memprediksi sebuah fenomena.
8. EMORY – COOPER Teori merupakan suatu kumpulan konsep, definisi, proposisi, dan variable yang berkaitan satu sama lain secara sistematis dan telah digeneralisasikan , sehingga dapat menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena (fakta-fakta) tertentu. 9. CALVIN S. HALL & GARDNER LINZEY
Teori adalah hipotesis (dugaan
sementara) yang belum terbukti atau spekulasi tentang kenyataan yang belum
diketahui secara pasti.
10. KING
Teori adalah sekumpulan konsep yang
ketika dijelaskan memiliki hubungan dan dapat diamati dalam dunia nyata.
11.
MANNING
Teori adalah seperangkat asumsi dan
kesimpulan logis yang mengaitkan seperangkat variabel satu sama lain. Teori
akan menghasilkan ramalan-ramalan yang dapat dibandingkan dengan pola-pola yang
diamati.
Pengertian, Ciri-ciri, dan Prinsip Belajar
1). Pengertian Belajar
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
secara etimologis belajar memiliki arti
“berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”. Definisi ini memiliki pengertian
bahwa belajar adalah suatu kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu.
Disini, usaha untuk mencapai kepandaian atau ilmu merupakan usaha manusia untuk
memenuhi kebutuhanya mendapatkan ilmu atau kepandaian yang belum dipunyai
sebelumnya. Sehingga dengan belajar itu manusia menjadi tahu, memahami,
mengerti, dapat melaksanakan dan memiliki tentang sesuatu (Fudyartanto, 2002).
Sedangkan menurut Hilgrad dan Bower
(Fudyarto, 2002), belajar (to learn) memiliki arti: 1) to gain knowledge,
comprehension, or mastery of trough experience or study; 2) to fix in the mind
or memory; memorize; 3) to acquire trough experience; 4) to become in forme of
to fine out. Menurut definisi tersebut, belajar memiliki pengertian memperoleh
pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai
pengalaman, dan mendapatkan informasi dan menemukan. Dengan demikian, belajar
memiliki arti dasar adanya aktivitas atau kegiatan dan penguasaan tentang
sesuatu.
Berikut
adalah pengertian belajar menurut para ahli:
1.
Menurut Skinner ( 1985 )
Memberikan definisi belajar adalah “Learning
is a process of progressive behavior adaption”. Yaitu bahwa belajar itu
merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif.
2.
Menurut Mc. Beach ( Lih Bugelski
1956 )
Memberikan definisi mengenai
belajar. “Learning is a change performance as a result of practice”. Ini
berarti bahwa belajar membawa perubahan dalam performance, dan perubahan itu
sebagai akibat dari latihan ( practice ).
3.
Menurut Morgan, dkk ( 1984 )
memberikan definisi mengenai belajar
“Learning can be defined as any relatively permanent change in behavior
which accurs as a result of practice or experience.” Yaitu bahwa perubahan
perilaku itu sebagai akibat belajar karena latihan (practice) atau karena
pengalaman ( experience ).
4.
Menurut Hilgarde dan Bower, dalam
buku Theories of Learning, ( 1975 )
Mengemukakan belajar berhubungan
dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang
disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana
perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan
respons pembawaan, pematangan atau keadaan-keadaan sesaat seseorang (misalnya
kelelahan, pengaruh obat, dan sebagainya.
5.
Menurut Thursan Hakim, Belajar
Secara Efektif ( 2005 )
belajar adalah suatu proses
perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan
dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti
peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan,
daya pikir, dan lain-lain kemampuan.
6.
Menurut Margaret
Gredler, 1994.
Belajar adalah proses orang
memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan, dan sikap. Sehingga peserta didik
dapat mengetahui hal-hal yang baru dan dapat meningkatkan pengetahuan yang
dimilikinya, mengubah dari tidak tahu menjadi tahu, dari yang salah menjadi
benar, dan dari kurang baik menjadi baik.
7.
Menurut Skinner,
1985.
Belajar merupakan hubungan antara
stimulus dan respons yang tercipta melalui proses tingkah laku yang bersifat
progresif.
8.
Menurut
Riberu, 1982.
Belajar merupakan proses dan dalam
proses ini orang berkenalan dengan salah satu pola lajkuatau memperbaiki salah
satu pola laku yang telah dikuasainya. Belajar bisa berarti berkenalan dengan
atau memperbaiki pemikiran, berkenalan dengan atau memperbaiki turturan bicara,
berkenalan dengan atau memperbaiki tindakan/kegiatan.
9.
Menurut Thursan
Hakim.
Belajar adalah suatu proses
perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan
dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti
peningkatankecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan,
daya pikir, dan lain-lain kemampuan.
10.
Menurut Hilgarde
dan Bower.
Mengemukakan belajar berhubungan
dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang
disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana
perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan
respons pembawaan, pematangan atau keadaan-keadaan sesaat seseorang misalnya
kelelahan, pengaruh obat, dan sebagainya.
11. Menurut james O. Whittaker
(Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; RinekaCipta; 1999)
Belajar adalah Proses dimana tingkah
laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.
12.
Cronchbach
(Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)
Belajar adalah suatu aktifitas yang
ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.
13.
Howard L.
Kingskey (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)
Belajar adalah proses dimana tingkah
laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.
14. Drs. Slameto (Djamarah, Syaiful
Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)
Belajar adalah suatu proses usaha yang
dilakukan individu untuk memperoleh
suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil
pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya.
15.
Djamarah,
Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)
Belajar adalah serangkaian
kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil
dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut
kognitif, afektif dan psikomotor.
Ciri-ciri belajar
Dari
beberapa definisi para ahli di atas, dapat disimpulkan adanya ciri-ciri belajar
yaitu:
a. Belajar ditandai dengan adanya
perubahan tingkah laku.
b. Perubahan perilaku relatif permanen.
c. Perubahan tingkah laku tidak harus
segera dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung, perubahan
perilaku tersebut bersifat potensial.
d. Perubahan tingkah laku merupakan
hasil latihan.
e. Pengalaman atau latihan itu dapat
memberi penguatan.
Prinsip-prinsip
Belajar
Didalam tugas melaksanakan proses belajar mengajar, seorang
guru perlu memperhatikan beberapa prinsip belajar berikut (Soekamto dan
Winataputra, 1997).
a. Apa pun yang dipelajari siswa,
dialah yang harus belajar, bukan orang lain. Untuk itu, siswalah yang harus
bertindak aktif.
b. Setiap siswa belajar sesuai dengan
tingkat kemampuanya.
c. Siswa akan dapat belajar dengan baik
bila mendapat penguatan langsung pada setiap langkah yang dilakukan selama
proses belajar.
d. Penguasaan yang sempurna dari setiap
langkah yang dilakukan siswa akan membuat proses belajar lbih berarti.
e. Motifasi belajar siswa akan lebih
meningkat apabila ia diberi tanggung jawab dan kepercayaan penuh atas
belajarnya.
Pengertian Teori Belajar
Teori Belajar adalah hipotesis rumit
yang menggambarkan bagaimana sebenarnya prosedur ini terjadi. Teori belajar
memiliki dua nilai utama menurut Hill (2002), Salah satunya adalah dalam
menyediakan kita dengan kosa kata dan kerangka kerja konseptual untuk
menafsirkan contoh pembelajaran yang kita amati. Yang lainnya adalah dalam
mengusulkan dimana kita seharusnya mencari solusi untuk masalah praktis.
Teori-teori tidak memberikan solusi, tetapi mengarahkan perhatian kita pada
variabel yang penting dalam menemukan solusi.
Ada tiga kategori utama atau
kerangka filosofis dari teori teori belajar ini, yaitu; (1)behaviorisme, (2)
kognitivisme, dan (3) kontruktivisme. Secara garis besar, behaviorisme hanya
berfokus pada aspek-aspek obyektif yang diamati pada proses pembelajaran. Teori
kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan bagaimana otak bekerja
dalam mempelajari sesuatu. Sedangkan teori konstruktivisme mengemukakan bahwa
belajar sebagai proses saat peserta didik secara aktif membangun ide-ide baru
dalam belajar.
Merriam dan Caffarella (1991)
menyoroti empat pendekatan atau orientasi untuk belajar, yaitu; behavioris,
cognitivist, humanis dan sosial/situasional. Pendekatan ini melibatkan ide yang
bertentangan dengan tujuan dan proses pembelajaran dan pendidikan juga peran
para pendidik dalam mengajar.
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar