Sabtu, 10 Januari 2015

Silabus Mata Kuliah dan Materi Pertemuan Pertama





    
  
     Nama Mata Kuliah                   : Teori Belajar
Kode Mata KUliah                     : A22.107
Jumlah SKS                               : 3 SKS
Semester                                   : I / Ganjil 2013 -2014
Dosen Mata Kuliah                   :Heni RitaSusila,M.Pd

A.     Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah teori belajar adalah mata kuliah dasar yang harus dikuasai oleh mahasiswa tingkat pertama sebagai konsep dasar dalam pendidikan. Pada mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menguasai konsep, teori dan penerapan teori belajar dalam pembelajaran, serta mengetahui pengaruh teori belajar terhadap pendidikan. Dalam mata kuliah ini akan membahas tentang hakikat  belajar  dan  berbagai  teori belajar yang menjadi acuan dalam kegiatan belajar dan pembelajaran, berbagai aliran filsafat dan teori pendidikan merupakan materi awal kajian, dan dilanjutkan dengan berbagai teori belajar yang relevan, yaitu; teori disiplin mental, teori perilaku (behaviouristic), kognitif, konstruktivistik, humanistik, teori belajar social dan teori belajar sosio-kultural. Perkuliahan ini dilaksanakan selama satu semester (16 kali pertemuan) dengan bobot  mata kuliah 3 sks.

B.     Tujuan Instruksional
Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat :
1.       Mengetahui hakikat  belajar dan konsep dasar teori belajar,
2.       Mengaplikasikan berbagai teori belajar di dalam pembelajaran baik didalam sekolah maupun diluar sekolah.
C.      Strategi Perkuliahan
Dalam pelaksanaannya mata kuliah Teori Belajar menggunakan metode yang bervariasi dan pengalaman belajar yang dikembangkan dalam kegiatan perkuliahan ini meliputi kegiatan penalaran dalam  berbagai hal tentang teori belajar yang dilakukan melalui kegiatan tatap muka dikelas berupa kegiatan ceramah, tanya jawab, presentasi dan diskusi.
D.     Materi/Bacaan perkuliahan
Buku bacaan pokok dan penunjang dalam perkuliahan ini adalah :
1.       Adi W Gunawan. (2007).Genius Learning Strategy.Jakarta. PT Ikrar Mandiri Bhakti.
2.       Asri Budiningsih. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. PT Rhineka Cipta.
3.       Baharudin dan Eka Nur wahyuni. (2008). Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
4.       Dimyati dan Mudijono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
5.       Mukminan (2008). Handout perkuliahan teori pembelajaran. Yogyakarta: Percetakan UNY.
6.       Gredler, Margareth E Bell. (1991).  Belajar dan Membelajarkan. Seri Pustaka Teknologi Pendidikan. Jakarta. Rajawali Pers.
7.       Ratna Willis Dahar. (1988) Teori-Teori Belajar. Jakarta: Proyek PLPK Depdikbud
8.       Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain.(2006). Strategi  Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta
9.       Suprijanto. (2007). Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta : PT Bumi Aksara

E.      Penugasan
Adapun tugas dalam perkuliahan ini adalah :
  1. Materi telah dipelajari dan dipahami sebelum mengikuti perkuliahan.
2.       Dalam setiap pertemuaan mahasiswa wajib membuat resume tentang materi perkuliahan dari sumber yang ada dan mencatat semua hasil dari kegiatan pembelajaran
  1. Ujian tengah semester  akan dilaksanakan dalam bentuk lisan.
  2. Membuat tugas individu berupa rancangan pembelajaran dikelas dan penerapan teori-teori belajar.
  3. Membuat tugas kelompok yang berupa diktat dari keseluruhan materi perkuliahan.






F.      Kriteria  Penilaian
Kriteria penilaian dalam perkuliahan ini adalah :
Nilai
Point
Range
A
4
80 – 100
B
3
70 - 79
C
2
56 - 69
D
1
41 – 55
E
0
40
Dalam menentukan kilai akhir akan digunakan pembibitan sebagai berikut :
1.       Tugas individu                           : 20 %
2.       Ujian Tengah semester              : 20%
3.       Ujian Akhir semester                  : 35%
4.       Prilaku,keaktifan dan partisipasi  : 20%
5.       Tugas kelompok                        : 10%

G.     Jadwal Perkuliahan

No
Pertemuan
Pokok Bahasan/sub Pokok Bahasan
Metode
Referensi/Bab


1

I

Perkenalan personal dan membahas silabus perkuliahan

Ceramah
Tanya jawab

Dosen pembimbing & mahasiswa
2
II
Konsep Dasar Teori, Belajar, Dan Teori Belajar :
-       Pengertian teori menurut pendapat para ahli
-       Pengertian teori menurut resume mahasiswa berdasarkan pendapat para ahli tersebut
-       Pengertian belajar, beserta ciri-ciri belajar dan prinsip belajar
-       Pengertian teori belajar
Ceramah
Tanya jawab
Dimyati dan Mudijono/II/42
3
III
Teori disiplin mental
(pengertian, tujuan, asumsi dasar, implementasi melalui ilustrasi dan simulasi dalam Pembelajaran.

Diskusi
Tanya jawab
Ratna Wilis Dahar/II/hal: 22

4
IV
Teori Behaviouristik
- Pengertian
- Teori Connectionisme S.R Bond (Edward Thorndike),
-Teori Classical conditioning (IP Pavlov)
Diskusi
Tanya jawab
Asri Budiningsih. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Hal: 20 - 31

5
V
Teori Behaviouristik (lanjutan) ,
-teori belajar menurut Edwin G ,
Teori Operant Conditioning (BF skinner),
-Aplikasi teori behaviouristik dalam pembelajaran

Diskusi
Tanya jawab
Asri Budiningsih. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Hal: 20 - 31

6
VI
Teori Belajar Kognitif
-Prinsip dasar dan tujuan teori belajar kognitif
-Model Teori belajar Brunner
Model Teori belajar Aussubel
Diskusi
Tanya jawab
Asri Budiningsih. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Hal: 33

7

VII

Quiz

-

-
8
VIII
Teori Belajar Kognitif ( Lanjutan)
-Perkembangan intelektual Jean Piaget
-Aplikasi teori kognitif dalam kegiatan pembelajaran

Asri Budiningsih. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Hal: 33 -52

9
IX
Teori belajar humanistik
-Pengertian belajar menurut teori humanistik
-Pandangan Kolb terhadap belajar

Diskusi
Tanya jawab
Asri Budiningsih. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Hal: 67

10
X
Ujian Tengah Semester (UTS)

      -
                   -
11
XI
Teori belajar humanistik (lanjutan)
-Pandangan Honey dan Mumford terhadap belajar
-Pandangan Bloom dan Krathwool terhadap pembelajaran
-Aplikasi teori humanistik dalam pembelajaran
Diskusi
Tanya jawab
Asri Budiningsih. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Hal: 67

12
XII
Teori belajar Sosial
-Albert Bandura


Diskusi
Tanya jawab
Asri Budiningsih. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Hal: 80 – 95




13
XIII
Teori kecerdasan ganda
-Jenis-jenis kecerdasan dalam teori kecerdasan ganda
Diskusi
Tanya   jawab
Asri Budiningsih. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Hal: 109 -125

14
XIV
Teori Belajar Sosio-Kultural
- Konsep Teori Belajar sosio kultural
-Pandangan Vygotsky
Diskusi
Tanya   jawab
Modul & Internet
15
XV
Teori Belajar konstruktivistik
- Karakteristik Pembelajaran konstruktivistik  karakter masa depan yang diharapkan
-konstruksi pengetahuan
-perbandingan pembelajaran tradisional dan pembelajaran konstruktivisme)

Diskusi
Tanya jawab
Asri Budiningsih. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Hal: 54

16

XVI
Review Materi
Diskusi
Tanya jawab
Dosen



       Baturaja, 19 September 2013
Dosen Pengampu Mata Kuliah 
Dosen Pembina I



 
Eriyanti,M.Pd                                                                                      Heni Rita Susila, M.Pd
                       
                                                                                                              



Mengetahui,
Ka. Prodi Teknologi Pendidikan




Marlin Vitman, M.Pd











Materi Pertemuan Pertama 

Pengertian Teori Menurut Pendapat Ahli
Secara umum, teori adalah sebuah sistem konsep abstrak yang mengindikasikan adanya hubungan diantara konsep-konsep tersebut yang membantu kita memahami sebuah fenomena. Sehingga bisa dikatakan bahwa suatu teori adalah suatu kerangka kerja konseptual untuk mengatur pengetahuan dan menyediakan suatu cetak biru untuk melakukan beberapa tindakan selanjutnya.

Tiga hal yang perlu diperhatikan jika kita ingin mengenal lebih lanjut tentang teori adalah:
  1. Teori merupakan suatu proporsi yang terdiri dari konstrak yang sudah didefinisikan secara luas sesuai dengan hubungan unsur-unsur dalam proporsi tersebut secara jelas
  2. Teori menjelaskan hubungan antar variable sehingga pandangan yang sistematik dari fenomena yang diterangkan variabel-variabel tersebut dapat jelas
  3. Teori menerangkan fenomena dengan cara menspesifikasikan variable yang saling berhubungan.
Berikut ini adalah definisi dan pengertian teori menurut beberapa ahli:

1.  JONATHAN H. TURNER
Teori adalah sebuah proses mengembangkan ide-ide yang membantu kita menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu peristiwa terjadi

2. LITTLEJOHN & KAREN FOSS
Teori merupakan sebuah sistem konsep yang abstrak dan hubungan-hubungan konsep tersebut yang membantu kita untuk memahami sebuah fenomena
3.   KERLINGER

Teori adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama lainnya yang mengandung suatu pandangan sistematis dari suatu fenomena.

4.  NAZIR

Teori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa atau kejadian.

4.      STEVENS

Teori adalah suatu pernyataan yang isinya menyebabkan atau mengkarakteristikkan beberapa fenomena

6. FAWCETT

Teori adalah suatu deskripsi fenomena tertentu, suatu penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau ramalan tentang sebab akibat satu fenomena pada fenomena yang lain.

7. TRAVER

a theory consist of generalizations intended to explain phenomena and that the generalizations must be predictive. Teori terdiri dar generalisasi yang dimaksudkan untuk menjelaskan dan memprediksi sebuah fenomena.
8.  EMORY – COOPER

Teori merupakan suatu kumpulan konsep, definisi, proposisi, dan variable yang berkaitan satu sama lain secara sistematis dan telah digeneralisasikan , sehingga dapat menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena (fakta-fakta) tertentu.

9.  CALVIN S. HALL & GARDNER LINZEY

Teori adalah hipotesis (dugaan sementara) yang belum terbukti atau spekulasi tentang kenyataan yang belum diketahui secara pasti.

10. KING

Teori adalah sekumpulan konsep yang ketika dijelaskan memiliki hubungan dan dapat diamati dalam dunia nyata.

11.  MANNING

Teori adalah seperangkat asumsi dan kesimpulan logis yang mengaitkan seperangkat variabel satu sama lain. Teori akan menghasilkan ramalan-ramalan yang dapat dibandingkan dengan pola-pola yang diamati.

Pengertian, Ciri-ciri, dan Prinsip Belajar
1). Pengertian Belajar
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara etimologis belajar  memiliki arti “berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”. Definisi ini memiliki pengertian bahwa belajar adalah suatu kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu. Disini, usaha untuk mencapai kepandaian atau ilmu merupakan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhanya mendapatkan ilmu atau kepandaian yang belum dipunyai sebelumnya. Sehingga dengan belajar itu manusia menjadi tahu, memahami, mengerti, dapat melaksanakan dan memiliki tentang sesuatu (Fudyartanto, 2002).
Sedangkan menurut Hilgrad dan Bower (Fudyarto, 2002), belajar (to learn) memiliki arti: 1) to gain knowledge, comprehension, or mastery of trough experience or study; 2) to fix in the mind or memory; memorize; 3) to acquire trough experience; 4) to become in forme of to fine out. Menurut definisi tersebut, belajar memiliki pengertian memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman, dan mendapatkan informasi dan menemukan. Dengan demikian, belajar memiliki arti dasar adanya aktivitas atau kegiatan dan penguasaan tentang sesuatu.
Berikut adalah pengertian belajar menurut para ahli:
1.      Menurut Skinner ( 1985 )
Memberikan definisi belajar adalah “Learning is a process of progressive behavior adaption”. Yaitu bahwa belajar itu merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif.
2.      Menurut Mc. Beach ( Lih Bugelski 1956 )
Memberikan definisi mengenai belajar. “Learning is a change performance as a result of practice”. Ini berarti bahwa belajar membawa perubahan dalam performance, dan perubahan itu sebagai akibat dari latihan ( practice ).
3.      Menurut Morgan, dkk ( 1984 )
memberikan definisi mengenai belajar “Learning can be defined as any relatively permanent change in behavior which accurs as a result of practice or experience.” Yaitu bahwa perubahan perilaku itu sebagai akibat belajar karena latihan  (practice) atau karena pengalaman ( experience ).
4.      Menurut Hilgarde dan Bower, dalam buku Theories of Learning, ( 1975 )
Mengemukakan belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respons pembawaan, pematangan atau keadaan-keadaan sesaat seseorang (misalnya kelelahan, pengaruh obat, dan sebagainya.
5.      Menurut Thursan Hakim, Belajar Secara Efektif ( 2005 )
belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuan.
6.      Menurut Margaret Gredler, 1994.
Belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan, dan sikap. Sehingga peserta didik dapat mengetahui hal-hal yang baru dan dapat meningkatkan pengetahuan yang dimilikinya, mengubah dari tidak tahu menjadi tahu, dari yang salah menjadi benar, dan dari kurang baik menjadi baik.
7.      Menurut Skinner, 1985.
Belajar merupakan hubungan antara stimulus dan respons yang tercipta melalui proses tingkah laku yang bersifat progresif.

8.      Menurut Riberu, 1982.
Belajar merupakan proses dan dalam proses ini orang berkenalan dengan salah satu pola lajkuatau memperbaiki salah satu pola laku yang telah dikuasainya. Belajar bisa berarti berkenalan dengan atau memperbaiki pemikiran, berkenalan dengan atau memperbaiki turturan bicara, berkenalan dengan atau memperbaiki tindakan/kegiatan.
9.      Menurut Thursan Hakim.
Belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatankecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuan.
10.  Menurut Hilgarde dan Bower.
Mengemukakan belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respons pembawaan, pematangan atau keadaan-keadaan sesaat seseorang misalnya kelelahan, pengaruh obat, dan sebagainya.
11.  Menurut james O. Whittaker (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; RinekaCipta; 1999)
Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.


12.  Cronchbach (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)
Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.
13.  Howard L. Kingskey (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)
Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.
14.  Drs. Slameto (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk  memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu  itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya.
15.  Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)
Belajar adalah  serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotor.
Ciri-ciri belajar
Dari beberapa definisi para ahli di atas, dapat disimpulkan adanya ciri-ciri belajar yaitu:
a.       Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku.
b.      Perubahan perilaku relatif permanen.
c.       Perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung, perubahan perilaku tersebut bersifat potensial.
d.      Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan.
e.       Pengalaman atau latihan itu dapat memberi penguatan.
Prinsip-prinsip Belajar
Didalam tugas melaksanakan proses belajar mengajar, seorang guru perlu memperhatikan beberapa prinsip belajar berikut (Soekamto dan Winataputra, 1997).
a.       Apa pun yang dipelajari siswa, dialah yang harus belajar, bukan orang lain. Untuk itu, siswalah yang harus bertindak aktif.
b.      Setiap siswa belajar sesuai dengan tingkat kemampuanya.
c.       Siswa akan dapat belajar dengan baik bila mendapat penguatan langsung pada setiap langkah yang dilakukan selama proses belajar.
d.      Penguasaan yang sempurna dari setiap langkah yang dilakukan siswa akan membuat proses belajar lbih berarti.
e.       Motifasi belajar siswa akan lebih meningkat apabila ia diberi tanggung jawab dan kepercayaan penuh atas belajarnya.

Pengertian Teori Belajar
Teori Belajar adalah hipotesis rumit yang menggambarkan bagaimana sebenarnya prosedur ini terjadi. Teori belajar memiliki dua nilai utama menurut Hill (2002), Salah satunya adalah dalam menyediakan kita dengan kosa kata dan kerangka kerja konseptual untuk menafsirkan contoh pembelajaran yang kita amati. Yang lainnya adalah dalam mengusulkan dimana kita seharusnya mencari solusi untuk masalah praktis. Teori-teori tidak memberikan solusi, tetapi mengarahkan perhatian kita pada variabel yang penting dalam menemukan solusi.
Ada tiga kategori utama atau kerangka filosofis dari teori teori belajar ini, yaitu; (1)behaviorisme, (2) kognitivisme, dan (3) kontruktivisme. Secara garis besar, behaviorisme hanya berfokus pada aspek-aspek obyektif yang diamati pada proses pembelajaran. Teori kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan bagaimana otak bekerja dalam mempelajari sesuatu. Sedangkan teori konstruktivisme mengemukakan bahwa belajar sebagai proses saat peserta didik secara aktif membangun ide-ide baru dalam belajar.
Merriam dan Caffarella (1991) menyoroti empat pendekatan atau orientasi untuk belajar, yaitu; behavioris, cognitivist, humanis dan sosial/situasional. Pendekatan ini melibatkan ide yang bertentangan dengan tujuan dan proses pembelajaran dan pendidikan juga peran para pendidik dalam mengajar.
 


Eka Hendra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar