Teori Kecerdasan Ganda (Multiple Inteligence) yang
di kemukakan oleh Howard Gardner-seorang professor psikologi dari Harvard
University-akan di jadikan acuan untuk leih memahami bakat dan kecerdasan
individu.
A.
Pengertian
Kecerdasan Ganda
Prof. Robert omstein dari universitas Calivornia,
meneliti tentang potensi otak dan sifat-sifat fisiknya. Ia menemukan bahwa otak
manusia memiliki kemampuan yang jauh lebih besar dari pada yang kita bayangkan
otak manusia terdiri dari dua belahan, yaitu otak belahan kanan dan belahan
otak kiri. Belahan kiri mengendalikan aktivitas-aktivitas mental yang mencakup
matematika, bahasa, logika, analisis, menulis dan aktivitas-aktivitas lain yang
sejenis. Sedangkan otak belahan kanan menangani aktivitas-aktivitas yang
mencakup imajinasi, warna, musik, irama/ritme, melamun dan aktivitas-aktivitas
lain yang sejenis.
B.
Jenis-
Jenis Kecerdasan
Howard gardner (1983) mengemukakan bahwa pada dasar
nya manusia memiliki 7 jenis kecerdasan dasar yaitu :
a.
Kecerdasan
Bahasa
Berisi
kemampuan-kemampuan untuk berfikir dengan kata-kata dan menggunakan bahasa
untuk mengekspresikan arti yang kompleks.
·
Pengarang
·
Penyair
·
Wartawan
·
Pembicara
·
Pembaca berita
Memuat kemampuan seorang anak untuk menggunakan
bahasa dan kata-kata baik secara lisan maupun tertulis dalam berbagai bentuk
yang berbeda untuk mengekspresikan gagasannya.
b.
Kecerdasan
Matematis/Logis
Memungkinkan seseorang terampil dalam melakukan hitungan
, penghitungan atau kuantifikasi. Memuat kemampuan seorang anak berfikir
secara induktif dan deduktif, berfikir menurut aturan logika dan menganalisis
pola angka-angka , serta memecahkan masalah melalui kemampuan berfikir. Mereka menyenangi cara berfikir yang
konseptual, misalnya menyusun hipotesis, mengategori, dan mengklasifikasi apa
yang di hadapinya. Bila kurang
memahaminya, mereka cendrung bertanya dan mencari jawaban atas hal yang kurang
di pahaminya.
c.
Kecerdasan
spasial
Orang yang memiliki kapasitas dalam erfikir secara
tiga dimensi. Kecerdasan spasial memungkinkan individu dapat mempersepsikan
gambar-gambar baik internal maupun eksternal dan mengartikan atau
mengkomunikasikan informasi grafis. Memuat kemampuan seorang anak untuk
memahami secara lebih mendalam mengenai hubungan antara objek dan ruang. Setelah
dewasa biasanya meraka menjadi pemahat, arsitek, pelukis, desainer, dan profesi
lain yang berkaitan dengan seni visual.
d.
Kecerdasan
kinestetik
Kecerdasan yang memungkinkan seorang memanipulasi
objek dan cakap melakukan aktivitas fisik.
Contoh orang yang memiliki kecerdasan kinestetik yaitu atlet, penari, ahli
bedah, dan pengrajin. Memuat
kemampuan seorang anak untuk secara aktif menggunakan bagian-bagian atau
seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah.
e.
Kecerdasan
musical
Di buktikan dengan adanya rasa sensitif terhadap
nada, melodi, irama musik. Orang
yang memiliki kecerdasan musikal antara lain: komposer, konduktor, musisi,
kritikus musik, pembuat instrumen dan orang-orang sensitif terhadap unsur
suara. Memuat kemampuan seorang anak
untuk peka terhadap suara-suara nonverbal yang berada di sekelilingnya, dalam
hal ini adalah nada dan irama.
f.
Kecerdasan
interpersonal
Kapasitas yang di miliki seseorang untuk dapat
memahami dan dapat melakukan interaksi secara efektif dengan orang lain. Kecerdasan
interpersonal akan dapat di lihat dari beberapa orang seperti: guru yang
sukses, pekerja sosial, aktor, politisi. Memuat kemampuan seorang anak untuk
peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung memahami dan berinteraksi
dengan orang lain sehingga mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan di
sekelilingnya. Setelah dewasa mereka dapat menjadi aktivis dalam
organisasi, public relation, pemimpin,
manajer, direktur, bahkan mentri atau presiden.
g.
Kecerdasan
intrapersonal
Diperlihatkan dalam bentuk kemampuan dalam membangun
persepsi yang akurat tentang diri sendiri dan menggunakan kemampuan tersebut
dalam membuat rencana dan mengarahkan orang lain. Memuat kemampuan seorang anak
untuk peka terhadap perasaan dirinya sendiri. Mereka cenderung mampu mengenali
kekuatan atau kelemahan dirinya sendiri, senang mengintropeksi diri, mengoreksi
kekurangan maupun kelemahannya dan kemudian mencoba untuk memperbaiki dirinya
sendiri. Saat dewasa biasanya mereka akan menjadi ahli filsafat , penyair, atau
seniman.
h.
Kecerdasan
naturalis
Keahlian mengenali dan mengkategorikan spesies-flora
dan fauna di lingkungan. Para pencinta alam adalah contoh orang tergolong
sebagai orang-orang yang memiliki kecerdasan ini. Memuat kemampuan seorang anak
untuk peka terhadap lingkungan alam, misalnya senang berada di lingkungan alam
terbuka seperti cagar alam, gunung, pantai, dan hutan. Saat dewasa mereka dapat
menjadi pencinta alam, pencinta lingkungan, ahli geologi, ahli astronomi,
penyayang binatang, dan aktivitas lain yang berhubungan dengan alam dan
lingkungan.
i.
Kecerdasan
spiritual
Banyak di miliki oleh para rohaniwan. Kecerdasan ini
berkaitan dengan bagaimana manusia berhubungan dengan tuhannya. Kecerdasan ini dapat di kembangkan
pada setiap orang melalui pendidikan agama, kontemplasi, kepercayaan, dan
refleksi teologis.
j.
Kecerdasan
eksistensial
Kecerdasan ini banyak di jumpai pada para filsuf.
Mereka mampu menyadari dan menghayati dengan benar keberadaan dirinya sendiri
di dunia ini dan apa tujuan hidupnya. Gardner juga mengelompokan ketujuh
kecerdasan manusia menjadi tiga kelompok yaitu:
·
Kelompok kecerdasan
yang terkait dengan objek (object free) noleh objek yang dihadapi.
·
Kelompok kecerdasan
bebas objek (object free) yaitu kelompok kecerdasan yang tidak di pengaruhi
oleh objek, tetapi di pengaruhi oleh sistem bahasa dan musik yang di dengar.
·
Kelompok kecerdasan
yang di pengaruhi hubungan dengan orang lain.
Semoga Bermanfaat
![]() |
| Eka Hendra |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar