Sabtu, 10 Januari 2015

Pertemuan Kedua Belas



 
Teori Kecerdasan Ganda (Multiple Inteligence) yang di kemukakan oleh Howard Gardner-seorang professor psikologi dari Harvard University-akan di jadikan acuan untuk leih memahami bakat dan kecerdasan individu.
A.    Pengertian Kecerdasan Ganda
Prof. Robert omstein dari universitas Calivornia, meneliti tentang potensi otak dan sifat-sifat fisiknya. Ia menemukan bahwa otak manusia memiliki kemampuan yang jauh lebih besar dari pada yang kita bayangkan otak manusia terdiri dari dua belahan, yaitu otak belahan kanan dan belahan otak kiri. Belahan kiri mengendalikan aktivitas-aktivitas mental yang mencakup matematika, bahasa, logika, analisis, menulis dan aktivitas-aktivitas lain yang sejenis. Sedangkan otak belahan kanan menangani aktivitas-aktivitas yang mencakup imajinasi, warna, musik, irama/ritme, melamun dan aktivitas-aktivitas lain yang sejenis.
B.     Jenis- Jenis Kecerdasan
Howard gardner (1983) mengemukakan bahwa pada dasar nya manusia memiliki 7 jenis kecerdasan dasar yaitu :
a.      Kecerdasan Bahasa
Berisi kemampuan-kemampuan untuk berfikir dengan kata-kata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan arti yang kompleks.
·         Pengarang
·         Penyair
·         Wartawan
·         Pembicara
·         Pembaca berita
Memuat kemampuan seorang anak untuk menggunakan bahasa dan kata-kata baik secara lisan maupun tertulis dalam berbagai bentuk yang berbeda untuk mengekspresikan gagasannya.
b.      Kecerdasan Matematis/Logis
Memungkinkan seseorang terampil dalam melakukan hitungan , penghitungan atau kuantifikasi.  Memuat kemampuan seorang anak berfikir secara induktif dan deduktif, berfikir menurut aturan logika dan menganalisis pola angka-angka , serta memecahkan masalah melalui kemampuan berfikir. Mereka menyenangi cara berfikir yang konseptual, misalnya menyusun hipotesis, mengategori, dan mengklasifikasi apa yang di hadapinya. Bila kurang memahaminya, mereka cendrung bertanya dan mencari jawaban atas hal yang kurang di pahaminya.
c.       Kecerdasan spasial
Orang yang memiliki kapasitas dalam erfikir secara tiga dimensi. Kecerdasan spasial memungkinkan individu dapat mempersepsikan gambar-gambar baik internal maupun eksternal dan mengartikan atau mengkomunikasikan informasi grafis. Memuat kemampuan seorang anak untuk memahami secara lebih mendalam mengenai hubungan antara objek dan ruang. Setelah dewasa biasanya meraka menjadi pemahat, arsitek, pelukis, desainer, dan profesi lain yang berkaitan dengan seni visual.
d.      Kecerdasan kinestetik
Kecerdasan yang memungkinkan seorang memanipulasi objek dan cakap melakukan aktivitas fisik. Contoh orang yang memiliki kecerdasan kinestetik yaitu atlet, penari, ahli bedah, dan pengrajin. Memuat kemampuan seorang anak untuk secara aktif menggunakan bagian-bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah.


e.       Kecerdasan musical
Di buktikan dengan adanya rasa sensitif terhadap nada, melodi, irama musik. Orang yang memiliki kecerdasan musikal antara lain: komposer, konduktor, musisi, kritikus musik, pembuat instrumen dan orang-orang sensitif terhadap unsur suara. Memuat kemampuan seorang anak untuk peka terhadap suara-suara nonverbal yang berada di sekelilingnya, dalam hal ini adalah nada dan irama.
f.       Kecerdasan interpersonal
Kapasitas yang di miliki seseorang untuk dapat memahami dan dapat melakukan interaksi secara efektif dengan orang lain. Kecerdasan interpersonal akan dapat di lihat dari beberapa orang seperti: guru yang sukses, pekerja sosial, aktor, politisi. Memuat kemampuan seorang anak untuk peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung memahami dan berinteraksi dengan orang lain sehingga mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan di sekelilingnya. Setelah dewasa mereka dapat menjadi aktivis dalam organisasi,  public relation, pemimpin, manajer, direktur, bahkan mentri atau presiden.
g.      Kecerdasan intrapersonal
Diperlihatkan dalam bentuk kemampuan dalam membangun persepsi yang akurat tentang diri sendiri dan menggunakan kemampuan tersebut dalam membuat rencana dan mengarahkan orang lain. Memuat kemampuan seorang anak untuk peka terhadap perasaan dirinya sendiri. Mereka cenderung mampu mengenali kekuatan atau kelemahan dirinya sendiri, senang mengintropeksi diri, mengoreksi kekurangan maupun kelemahannya dan kemudian mencoba untuk memperbaiki dirinya sendiri. Saat dewasa biasanya mereka akan menjadi ahli filsafat , penyair, atau seniman.
h.      Kecerdasan naturalis
Keahlian mengenali dan mengkategorikan spesies-flora dan fauna di lingkungan. Para pencinta alam adalah contoh orang tergolong sebagai orang-orang yang memiliki kecerdasan ini. Memuat kemampuan seorang anak untuk peka terhadap lingkungan alam, misalnya senang berada di lingkungan alam terbuka seperti cagar alam, gunung, pantai, dan hutan. Saat dewasa mereka dapat menjadi pencinta alam, pencinta lingkungan, ahli geologi, ahli astronomi, penyayang binatang, dan aktivitas lain yang berhubungan dengan alam dan lingkungan.
i.        Kecerdasan spiritual
Banyak di miliki oleh para rohaniwan. Kecerdasan ini berkaitan dengan bagaimana manusia berhubungan dengan tuhannya. Kecerdasan ini dapat di kembangkan pada setiap orang melalui pendidikan agama, kontemplasi, kepercayaan, dan refleksi teologis.
j.        Kecerdasan eksistensial
Kecerdasan ini banyak di jumpai pada para filsuf. Mereka mampu menyadari dan menghayati dengan benar keberadaan dirinya sendiri di dunia ini dan apa tujuan hidupnya. Gardner juga mengelompokan ketujuh kecerdasan manusia menjadi tiga kelompok yaitu:
·         Kelompok kecerdasan yang terkait dengan objek (object free) noleh objek yang dihadapi.
·         Kelompok kecerdasan bebas objek (object free) yaitu kelompok kecerdasan yang tidak di pengaruhi oleh objek, tetapi di pengaruhi oleh sistem bahasa dan musik yang di dengar.
·         Kelompok kecerdasan yang di pengaruhi hubungan dengan orang lain.

Semoga Bermanfaat 

Eka Hendra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar